Perkenalkan nama saya Jimmy Suprapto, ya saya dilahirkan di Jakarta dari keluarga kurang mampu, ibu saya hanyalah seorang pembuat nasi catering sendiri dan ayah saya hanyalah seorang pedagang kelontong di pasar, sementara anak mereka ada 3 orang yang harus mereka nafkahi, maka dari itu sewaktu kecil saya sudah bercita-cita untuk menjadi seorang dokter, agar kelak dapat meringankan kehidupan orang tua hehe, namun kenyataannya saya sepertinya tidak bisa melanjutkan cita-cita saya, ya dikarenakan saya tidak terlalu pintar untuk bersaing memperebutkan kursi sarjana di Fakultas Kedokteran di Perguruan Negeri yang notabene lebih terjangkau untuk mahasiswa yang kekurangan seperti saya, mau sekolah kedokteran di Universitas Swasta mahalnya bukan main, orang tua pasti tidak akan sanggup membiayai uang kuliah saya, wong cari makan aja susah.
Ya, prospek-bisnis untuk kedepan saya tidak tahu bisnis apa yang akan saya geluti, mau kuliah dimana dan sebagainya, saya buta akan hal itu semua, akhirnya setelah lama saya berpikir keras, saya akhirnya memutuskan untuk kuliah di jalur ekonomi di salah satu universitas swasta di Jakarta, saya harus berpikir saya harus memilih kuliah di tempat yang lebih murah dimana orang tua saya masih sanggup membantu saya, namun saya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengajar privat sekolah untuk anak-anak di rumah, ya hitung-hitung untuk menambah uang saku dan meringankan uang kuliah saya pada saat itu, Alhamdulilah saya dapat melanjutkan kuliah saya sampai tamat.
Ya, setelah itu, saya melamar pekerjaan sebagai salah satu staff administrasi di salah satu perusahaan swasta di jakarta, ya alhamdulilah dengan gaji yang lumayan saya dapat membantu adik-adik saya kuliah dan orang tua saya. Namun, Setelah bekerja sekitar 4 tahun, saya merasakan kejenuhan/ penat di dalam kepala saya, ya mungkin saya harus mencari tantangan baru untuk melepas rasa jenuh saya ini.
Lantas saya bertanya di dalam hati kecil saya. Dimana WAKTU saya yang sangat berharga itu???? Namun, apa boleh buat saya tidak ada bisnis lain, uang modal pun belum seberapa untuk melanjutkan membuka usaha baru, saya pun sangat buta akan prospek usaha apa yang bagus untuk kedepannya, ya saya sangat bingung sekali! Uang darimana untuk membuka usaha? Turun dari langit pemberian dari bidadarikah? Pokoknya di dalam pikiran saya adalah bagaimana caranya agar terbebas dari ikatan ini dan secara finansial tetap dapat menghasilkan uang agar orang tua saya selalu bisa makan dan adik-adik saya tidak akan menderita seperti saya.
Namun itu semua sudah menjadi kenangan saya yang akan tetap saya kenang sebagai pembelajaran diri dalam kehidupan ini, percayalah Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan yang terlalu berat untuk umatnya, dan dia akan senantiasa selalu membantu umatnya jika umatnya itu sendiri mau berusaha untuk maju dan berusaha. Akhirnya saya menemukan dan mempelajari sistem yang akhirnya membawa saya pada suatu kesuksesan! ini bukan mimpi semu semata belaka! ini semua adalah nyata dari kerja keras saya selama ini!
Ya saya pada akhirnya bisa membeli sebuah rumah di Depok dan meminta orang tua saya untuk pindah dengan saya. ALhamdulilah walaupun hanya sebuah rumah yang tidak begitu besar dan megah, alangkah sangat berartinya bagi saya karena saya tidak harus membayar cicilan rumah untuk kontrakan orang tua saya lagi. Membahagiakan kedua orang tua saya dan dapat membantu adik-adik saya itu semua sudah lebih dari cukup untuk saya. Jika ada rezeki berlimpah tidak ada salahnya kita berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan.
Semua orang berhak sukses! bukan hanya orang yang berduit, jika saya bisa mengapa anda tidak bisa melakukannya? Yang Maha Esa akan selalu ada jalan yang lain untuk mereka yang mau berusaha. Sekali lagi saya tekankan saya tidak mau anda bermimpi di siang bolong, saya mau anda bertindak, masa depan ada di tangan anda, maka dari itu perjuangkanlah. Saya tidak mau anda menjadi orang yang tamak akan harta dan kekayaan, namun lihatlah di sekeliling kita masih banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan kita, alangkah baiknya jika kita dapat saling senantiasa membantu satu sama lain untuk mereka yang sedang kesusahan dan lebih membutuhkan. Jika anda sukses kelak nanti, saya lupakan orang-orang yang sangat membutuhkan uluran tangan kita, hari ini kita hidup di dunia hanyalah untuk sementara.

Jimmy Suprapto
Depok, Jakarta Barat.